sering denger peribahasa atau pepatah itu kan? kali ini saya coba membahas tentang pepatah ini, tapi kalo ada sesuatu yang salah atau tidak mengenakan dihati pembaca, mohon dimaafkan yah :)
tidak dapat dipungkiri, bahwa setiap orang pernah melakukan hal ini, termasuk saya. tapi saya menyadari dan introspeksi diri hingga sekarang saya tidak pernah melakukan hal ini lagi. setelah saya menyadari akan hal ini, saya merasa malu dan menganggap saya bodoh, tapi saya bersyukur segera menyadari hal ini. jika dibayangkan, menjilat ludah sendiri adalah hal yang paling menjijikan, sayapun terus berikhtifar ketika sesekali mengingat hal ini, hal menjijikan yang pernah saya lakukan. tapi saya berkomitmen sekarang untuk tidak MENJILAT LUDAH SENDIRI.
saya sering belajar dari pengalaman teman saya, iya, saya memang orang yang supel dan mudah bergaul dengan siapapun, tak terkecuali orang munafik. hingga banyak pengalaman saya dan menemui beberapa sifat manusia yang benar-benar membuat saya tertarik untuk membahasnya.
beberapa minggu ini, memang saya sedikit menjauh dari beberapa tipe orang, bukan karena saya marah atau apalah kata mereka. saya hanya proses introspeksi diri lagi. tapi ada saja beberapa teman yang mengartikan salah. nah ini nih yang ingin aku bahas yang bersangkutan dengan judul blog ini.
saya nulisnya pake inisial huruf A,B,C saja yah, tak perlu kan saya menulis jelas namanya, karena bagi saya itu sangat tidak penting.
ada seorang yang mempunyai sifat keras kepala, tapi dia pandai bergaul dengan siapapun, hingga mudah dibodohi dengan siapapun. tapi akhirnya dia sadar dan kini dia benar-benar menemukan sahabat yang benar-benar sahabat, dialah si A.
pertama.
si A pernah bersahabat dengan si B, si C, si D, si E, si F, hingga si Z. tapi si A terlalu masa bodoh dan cuek. saat si A menjadi sahabat karib si B, si A sering mendengarkan curhatan siB tentang si C, si B menjelek-jelekan si C. dan si A pun hanya tersenyum dan berusaha menjadi pendengar yang baik. dan sebaliknya, si A sering curhat kepada si B, si A curhat tentang hidupnya, tentang sekolahnya, dan paling sering tentang seseorang yang ada di hatinya. tapi entah mengapa, entah bosan, entah muak, entah atau apaplah itu namanya. si B pun menjauhi si A. si B membuat masalah yang cukup fatal di lingkungannya. kemudian si A pun sadar bahwa si B tidask bisa emnjadi sahabat si A.
kedua.
setelah si A tidak dekat lagi dengan si B, ada si C yang entah sifatnya bena-benar baik atau pura-pura baik terhadap si A. si A menjadi dekat dengan si C. si A ingat bahwa sahabatnya dulu atau si B sering menjelek-jelekan si C ini. dan si A ragu-ragu untuk bergaul dengan dia. si A berfikir. tapi kan dulu ketika si A bersahabat dengan si B, si A tidak pernah ikut-ikutan menjelek-jelekan si C, hanya saja si A berusaha menjadi pendengar yang baik untuk si B. si A dan si C kini bersahabat baik. si A dan si B saling bertukar pengalaman dan saling curhat. seperti biasa. si A curhat tentang seorang lelaki yang something buat si A. dan betapa kagetnya si A, mendengar curhatan si C tentang si B. ternyata si C tidak suka kepada si B. pantas saja, si A dan si B sering sindir-sindiran di media sosial juga di kehidupan langsung mereka. seperti yang biasa dilakukan si A untuk menjadi pendengar yang baik. dan pada akhirnya, si A dan si C menemui masalah, yang sebenarnya menurut si A masalah ini tidak terlalu sulit dan mudah untuk diselesaikan. tapi si C menjauhinya. si C mendiamkan si A tanpa sebab.
ketiga.
si A ini pernah mendengarkan curhatan si B tentang si C. dan si C tentang si B. tapi yang dilihat si A sekarang. si B dan si C berteman akrab, bersahabat karib, si A tak habis pikir. tapi si A masih mempunyai hati nurani dan membiarkan si B dan si C berbahagia. yang dibutuhkan si A adalah teman-teman yang baik, yang setia menjadi pendengar yang baik, pun sebaliknya, si A berusaha menjadi pendengar yang baik untuk siapa saja yang membutuhkannya. termasuk si D, si E, si F. semuanya adalah teman si A walaupun bukan sahabat. karena menurut si A, seseorang bisa dikatakan sahabat jika orang itu selalu bersama si A ketika sedih maupun senang. dan mereka-mereka itulah teman-teman si A.
itulah sebuah crita yang membingungkan tapi banyak ditemui dikehidupan. entah itu kehidupanku, kehidupanmu, kehidupan kita, kehidupan kami, juga kehidupan mereka yang tak kita tau. intinya, sebagai manusia kita diharapkan untuk sering berintrospeksi diri, agar kehidupan yang kita jalani ini senantiasa dalam kebahagiaan. agar tidak kemakan omongan sendiri. dan tidak bingung dengan pilihan hidup yang dijalani.
dan aku. tidak pernah merasa bingung atas hidupku.
tidak dapat dipungkiri, bahwa setiap orang pernah melakukan hal ini, termasuk saya. tapi saya menyadari dan introspeksi diri hingga sekarang saya tidak pernah melakukan hal ini lagi. setelah saya menyadari akan hal ini, saya merasa malu dan menganggap saya bodoh, tapi saya bersyukur segera menyadari hal ini. jika dibayangkan, menjilat ludah sendiri adalah hal yang paling menjijikan, sayapun terus berikhtifar ketika sesekali mengingat hal ini, hal menjijikan yang pernah saya lakukan. tapi saya berkomitmen sekarang untuk tidak MENJILAT LUDAH SENDIRI.
saya sering belajar dari pengalaman teman saya, iya, saya memang orang yang supel dan mudah bergaul dengan siapapun, tak terkecuali orang munafik. hingga banyak pengalaman saya dan menemui beberapa sifat manusia yang benar-benar membuat saya tertarik untuk membahasnya.
beberapa minggu ini, memang saya sedikit menjauh dari beberapa tipe orang, bukan karena saya marah atau apalah kata mereka. saya hanya proses introspeksi diri lagi. tapi ada saja beberapa teman yang mengartikan salah. nah ini nih yang ingin aku bahas yang bersangkutan dengan judul blog ini.
saya nulisnya pake inisial huruf A,B,C saja yah, tak perlu kan saya menulis jelas namanya, karena bagi saya itu sangat tidak penting.
ada seorang yang mempunyai sifat keras kepala, tapi dia pandai bergaul dengan siapapun, hingga mudah dibodohi dengan siapapun. tapi akhirnya dia sadar dan kini dia benar-benar menemukan sahabat yang benar-benar sahabat, dialah si A.
pertama.
si A pernah bersahabat dengan si B, si C, si D, si E, si F, hingga si Z. tapi si A terlalu masa bodoh dan cuek. saat si A menjadi sahabat karib si B, si A sering mendengarkan curhatan siB tentang si C, si B menjelek-jelekan si C. dan si A pun hanya tersenyum dan berusaha menjadi pendengar yang baik. dan sebaliknya, si A sering curhat kepada si B, si A curhat tentang hidupnya, tentang sekolahnya, dan paling sering tentang seseorang yang ada di hatinya. tapi entah mengapa, entah bosan, entah muak, entah atau apaplah itu namanya. si B pun menjauhi si A. si B membuat masalah yang cukup fatal di lingkungannya. kemudian si A pun sadar bahwa si B tidask bisa emnjadi sahabat si A.
kedua.
setelah si A tidak dekat lagi dengan si B, ada si C yang entah sifatnya bena-benar baik atau pura-pura baik terhadap si A. si A menjadi dekat dengan si C. si A ingat bahwa sahabatnya dulu atau si B sering menjelek-jelekan si C ini. dan si A ragu-ragu untuk bergaul dengan dia. si A berfikir. tapi kan dulu ketika si A bersahabat dengan si B, si A tidak pernah ikut-ikutan menjelek-jelekan si C, hanya saja si A berusaha menjadi pendengar yang baik untuk si B. si A dan si C kini bersahabat baik. si A dan si B saling bertukar pengalaman dan saling curhat. seperti biasa. si A curhat tentang seorang lelaki yang something buat si A. dan betapa kagetnya si A, mendengar curhatan si C tentang si B. ternyata si C tidak suka kepada si B. pantas saja, si A dan si B sering sindir-sindiran di media sosial juga di kehidupan langsung mereka. seperti yang biasa dilakukan si A untuk menjadi pendengar yang baik. dan pada akhirnya, si A dan si C menemui masalah, yang sebenarnya menurut si A masalah ini tidak terlalu sulit dan mudah untuk diselesaikan. tapi si C menjauhinya. si C mendiamkan si A tanpa sebab.
ketiga.
si A ini pernah mendengarkan curhatan si B tentang si C. dan si C tentang si B. tapi yang dilihat si A sekarang. si B dan si C berteman akrab, bersahabat karib, si A tak habis pikir. tapi si A masih mempunyai hati nurani dan membiarkan si B dan si C berbahagia. yang dibutuhkan si A adalah teman-teman yang baik, yang setia menjadi pendengar yang baik, pun sebaliknya, si A berusaha menjadi pendengar yang baik untuk siapa saja yang membutuhkannya. termasuk si D, si E, si F. semuanya adalah teman si A walaupun bukan sahabat. karena menurut si A, seseorang bisa dikatakan sahabat jika orang itu selalu bersama si A ketika sedih maupun senang. dan mereka-mereka itulah teman-teman si A.
itulah sebuah crita yang membingungkan tapi banyak ditemui dikehidupan. entah itu kehidupanku, kehidupanmu, kehidupan kita, kehidupan kami, juga kehidupan mereka yang tak kita tau. intinya, sebagai manusia kita diharapkan untuk sering berintrospeksi diri, agar kehidupan yang kita jalani ini senantiasa dalam kebahagiaan. agar tidak kemakan omongan sendiri. dan tidak bingung dengan pilihan hidup yang dijalani.
dan aku. tidak pernah merasa bingung atas hidupku.
